Indosat Indosat Indosat

Rusia Makin Sering Latihan Maritim di Asia Tenggara: Kapal Perang Tiba di Myanmar

Rusia Makin Sering Latihan
Indosat

Rusia Makin Sering Latihan Maritim di Asia Tenggara: Kapal Perang Tiba di Myanmar

Cerita Lubuk Linggau – Rusia Makin Sering Latihan Dalam beberapa tahun terakhir, Rusia semakin intens melakukan operasi militer maritim di wilayah Asia Tenggara—salah satu titik sorotannya adalah Myanmar. Kedatangan sejumlah kapal perang Rusia dan latihan bersama di wilayah perairan Andaman laut menunjukkan kedekatan strategis antara Moskow dan militer junta Myanmar.

Kapal Perang Rusia Tiba di Myanmar: Fakta dan Kronologi

Pada Oktober 2024, empat korvet Rusia bersama satu kapal logistik dari Armada Pasifik Rusia berlabuh di Pelabuhan Thilawa, Yangon, untuk mengikuti latihan keamanan maritim bersama Angkatan Laut Myanmar.

Indosat

Menurut Al Jazeera, ini adalah latihan maritim pertama antara Myanmar dan Rusia, dengan fokus pada “pencegahan bahaya di udara, permukaan laut, dan bawah air” serta aspek keamanan maritim secara umum.

Kapal Rusia yang terlibat termasuk kapal anti-submarine seperti Admiral Tributs.

Selama latihan, pihak Myanmar menetapkan zona aman: pesawat dilarang terbang di bawah ketinggian tertentu dan kapal-kapal sipil diingatkan menjauh dari area latihan. Xi Jinping-Putin 'Bersatu', Kapal Perang China-Rusia Masuk Laut Jepang

Baca Juga: Honda Wave series diperkenalkan oleh Honda pada tahun 1995

Alasan di Balik Intensifikasi Aktivitas Maritim Rusia

Misalnya, korvet-korvet modern Rusia telah terlihat di perairan regional.

Hal ini juga memberi Rusia akses strategis ke pelabuhan dan pangkalan di wilayah penting.

Rusia Makin Sering Latihan Potensi Risiko dan Implikasi Bagi Kawasan

Ketegangan Regional: Keberadaan kapal perang Rusia di perairan ASEAN bisa menimbulkan kekhawatiran negara-negara tetangga soal keseimbangan militer dan dominasi eksternal.


Sementara bagi Myanmar, kolaborasi ini memperkuat koneksi militer dengan kekuatan besar di tengah isolasi internasional.

Profil Latihan dan Kapal Rusia Terlibat

Menurut laporan  MARUMEX 2025, kapal-kapal mereka akan melakukan manuver bersama kapal Myanmar di Laut Andaman.

Implikasi Regional dan Strategis

Dengan terus memberikan dukungan militer, Rusia memperkuat ikatannya dengan junta militer Myanmar, sekaligus memperkuat posisinya sebagai mitra strategis utama.

Risiko militarisasi laut: Kegiatan kapal perang asing di perairan strategis seperti Andaman menimbulkan potensi ketegangan baru. Negara-negara regional bisa khawatir terhadap eskalasi militer dan kehadiran militer non-ASEAN di lautan mereka.

Indosat